Lebih dari 150 pria di Jerman pertaruhkan jari-jari mereka dalam kejuaraan gulat jari.
Hal ini terjadi di sebuah desa kecil di Bavaria, Jerman, dimana terdapat sebuah kejuaraan gulat jari yang sangat unik diadakan di negara tersebut.
Kejuaraan nasional di Jerman tersebut disebut “Fingerhakeln”.
Meskipun banyak risiko seperti jari terkilir ataupun urat-urat tegang, namun lebih dari 150 pria tersebut sangat serius untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Para “pegulat jari” bertemu di sebuah tenda bir besar di desa kecil di selatan Bernbeuren.
Acara tersebut disaksikan oleh sekitar 1.000 pengunjung bersorak-sorai menyemangati para kontestan yang semuanya adalah laki-laki.
Penonton menyaksikan pertandingan tersebut sambil meneguk bir nasional dan sosis Jerman yang terkenal di dunia.
Tidak lupa juga diiringi oleh musik khas Bavaria yang memenuhi udara.
Gulat jari, olahraga kompetitif yang terkenal di wilayah pegunungan Alpen Jerman dan negara tetangganya, Austria.
Olahraga tersebut berawal dari sebuah cara untuk menyelesaikan perselisihan.
“Tradisi ini sudah sangat populer sejak lama di kedai bir dan pub di seluruh wilayah ini,” kata Marie-Therese Eierstock, ketua asosiasi Fingerhakler Gau Auerberg.
Asosiasi tersebut didirikan pada tahun 1961 dan hadir sebagai penyelenggara kejuaraan tahun ini.
Dalam setiap pertandingan, dua kompetitor duduk di sisi yang berlawanan dari meja yang kokoh.
Masing-masing memasukkan satu jari (biasanya jari tengah) melalui sisi yang berlawanan dari lingkaran kulit kecil.
Setelah wasit memberi tanda untuk memulai, para kontestan berusaha untuk menarik lawannya dengan cepat menyeberangi meja.
Pertandingan biasanya hanya berlangsung beberapa detik, dan jari yang terkilir tidak jarang terjadi.
Pemenangnya akan maju ke babak berikutnya.
Dicatat bahwa peserta memerlukan tiga keterampilan untuk berpartisipasi: “jari yang kuat” dikombinasikan dengan “tekad yang kuat” dan “kemampuan untuk mengubah kecepatan menjadi kekuatan.”
Dikutip dari The Washington Post, para peserta rentan mengalami mimisan saat berlomba.
Dan umumnya, hanya pria yang diizinkan untuk berpartisipasi dalam kejuaraan ini.
Turnamen ini dimenangkan oleh pria bernama Luis Koegel dan runner up dari kompetisi bernama Thomas Hipp.
Pada saat turnamen berlangsung di hari Minggu, peserta termuda berusia 15 tahun dan yang tertua 70 tahun, kata Eierstock.





