Netflix mengatakan bahwa keuntungannya telah melonjak dalam tiga bulan pertama tahun ini.
Hal itupun terjadi berkat tindakan keras terhadap berbagi kata sandi.
Raksasa streaming ini mengatakan bahwa mereka menambahkan 9,3 juta pelanggan pada kuartal pertama, sehingga jumlah total pelanggannya menjadi hampir 270 juta.
Perusahaan ini juga mengatakan bahwa keuntungannya pada kuartal pertama melonjak menjadi lebih dari 2,3 miliar dolar.
Tetapi perusahaan akan berhenti melaporkan jumlah pelanggan utama mulai tahun depan, dikutip dari Variety.
Perusahaan mengatakan dalam sebuah surat kepada para pemegang saham: “Pada masa-masa awal kami, ketika kami memiliki sedikit pendapatan atau keuntungan, pertumbuhan keanggotaan merupakan indikator yang kuat untuk potensi masa depan kami”.
Dikatakan bahwa saat ini, jumlah pelanggan telah menjadi “hanya salah satu komponen dari pertumbuhan kami”.
Perusahaan streaming tersebut juga meminta para investor untuk fokus pada keuntungan dan pendapatan.
Pendapatannya untuk kuartal pertama meningkat hampir 15% dari tahun ke tahun menjadi 9,37 juta dolar.
Perusahaan ini juga memuji “genderang” dari beberapa film yang laris, seperti drama kriminal Griselda.
Beberapa investor melihat keputusan tak terduga ini sebagai tren yang negatif.
Dikatakan bahwa berhentinya laporan jumlah pelanggan sebagai tanda bahwa gelombang pertumbuhan pelanggan Netflix mungkin akan segera berakhir.
Jamie Lumley dari perusahaan riset Third Bridge menulis bahwa keputusan ini menimbulkan “pertanyaan tentang prospek pertumbuhan basis pelanggan Netflix”.
Raksasa teknologi lainnya seperti induk Facebook, Meta, dan X, yang sebelumnya bernama Twitter mengikuti hal yang sama.
Mereka juga berhenti melaporkan jumlah pengguna aktif bulanan karena pertumbuhannya melambat.
Saham Netflix turun hampir 5% setelah pengumuman tersebut.
“Streaming adalah pasar yang terkenal berombak, dan mempertahankan uang pelanggan adalah sebuah pendakian yang berat,” kata Sophie Lund-Yates, analis ekuitas utama di platform transaksi saham Hargreaves Lansdown.
“Salah satu keunggulan Netflix adalah konten orisinalnya.”
“Itu dikenal sebagai alat retensi yang sangat baik jika dibandingkan dengan tayangan dan film yang dialihwahanakan,” tambahnya.
Netflix terakhir kali menaikkan harga paket “standar” yang populer pada tahun 2022.
Langkah ini diikuti oleh penurunan jumlah pelanggan yang tidak biasa yang mengejutkan para investor.
Investor juga khawatir bahwa Netflix kehilangan dominasi atas industri yang telah dirintisnya.
Segera setelah itu, perusahaan mengatakan akan menghidupkan kembali pertumbuhan dengan menindak berbagi kata sandi.
Perusahaan tersebut akhirnya juga meluncurkan paket baru yang lebih murah tetapi menampilkan iklan.
Raksasa streaming itu pun kini merambah ke bidang-bidang seperti olahraga dan video game.
Juga melanjutkan untuk melisensikan materi dari perusahaan media saingan yang mencari cara untuk meningkatkan keuntungan.
Para analis mengatakan bahwa perusahaan ini juga diuntungkan oleh jejak globalnya.
Hal itu dapat membantunya mempertahankan saluran acara baru yang relatif kuat, meskipun ada pemogokan yang mengguncang Hollywood tahun lalu.
Saham Netflix telah naik lebih dari 30% sejak awal tahun ini, mendekati puncaknya di tahun 2021.





