Seorang pekerja kantoran di sebuah perusahaan telekomunikasi di Tokyo mengalami simulasi nyeri haid untuk membantu mereka menjadi lebih bersimpati terhadap rekan perempuan mereka menjelang Hari Perempuan Internasional pada tanggal 8 Maret hari ini.
Para pekerja kantoran Exeo Group meringis dalam sebuah acara yang dibuat oleh perusahaan pada tanggal 7 Maret ketika perangkat “perionoid” mengirimkan sinyal listrik melalui bantalan yang ditempatkan di bawah pusar untuk merangsang otot perut bagian bawah dan menimbulkan sensasi kram.
“Saya tidak bisa bergerak. Sakitnya sampai-sampai saya tidak bisa berdiri,” kata Masaya Shibasaki, pekerja di Exeo Group berusia 26 tahun, setelah menggunakan perangkat yang dikembangkan bersama oleh para peneliti di Nara Women’s University dan perusahaan rintisan Osaka Heat Cool.
“Saya sekarang memahami bahwa perempuan harus bekerja sambil melawan rasa sakit ini setiap bulan. Sungguh menakjubkan bagaimana wanita bisa melakukan hal itu. Saya sangat menghormati mereka,” kata Shibasaki.
Exeo mengatakan pihaknya ingin menciptakan lingkungan di mana lebih dari 90 persen tenaga kerjanya laki-laki dapat lebih mendukung rekan-rekan perempuan, termasuk dalam hal mengambil cuti haid.
Perusahaan di Jepang diwajibkan secara hukum untuk mengizinkan perempuan mengambil cuti menstruasi. Namun, tidak ada persyaratan untuk membayar waktu istirahat, dan survei menunjukkan bahwa sekitar separuh pekerja perempuan tidak pernah mengambil cuti tersebut.
“Kami berharap mereka yang mengalami (nyeri haid) hari ini kembali ke tempat kerja mereka dan mengungkapkan perasaan mereka dan menyebarkan pemahaman mereka,” kata petugas bagian hubungan masyarakat Exeo, Maki Ogura, seperti dikutip dari Reuters.





