Youtuber Siprus Terpilih Menjadi Anggota Parlemen

by PostKultur
Youtuber Siprus - Fidias Panayiotou.jpg

Seorang YouTuber populer dari Siprus telah terpilih sebagai anggota parlemen independen untuk Parlemen Eropa.

Fidias Panayiotou sebelumnya telah menggambarkan dirinya sebagai “pembuat kesalahan profesional”.

Beberapa keisengannya di dunia maya termasuk mencoba memeluk 100 selebritas – termasuk Elon Musk – dan menghabiskan satu minggu di dalam peti mati.

Pria berusia 24 tahun ini memiliki lebih dari 2,6 juta pelanggan dan mengumpulkan suara terbesar ketiga dengan 19,4%.

Panayiotou sama sekali tidak memiliki pengalaman politik.

“Sungguh mengejutkan apa yang terjadi, sebuah keajaiban,” kata Panayiotou.

Ia mengatakan kepada lembaga penyiaran negara CyBC: “Partai-partai harus menganggap ini sebagai peringatan bahwa mereka harus memodernisasi diri dan mendengarkan rakyat.”

Tahun lalu, Panayiotou dipaksa untuk meminta maaf setelah ia menimbulkan kemarahan di Jepang.

Hal itu terjadi karena video di YouTube di mana ia menghindari ongkos kereta api dan tagihan sarapan di hotel bintang lima.

Video yang ditonton jutaan kali itu memperlihatkan dirinya melakukan perjalanan keliling Jepang dengan kereta peluru yang terkenal, sembari menghindari tarif dengan bersembunyi di toilet dan berpura-pura sakit.

Namun pada hari Minggu, ia merayakan kemenangannya dengan berkumpul di Eleftheria Square di ibu kota pulau itu, Nicosia.

Disana juga ia menyatakan: “Kami sedang menulis sejarah. Tidak hanya di Siprus, tetapi juga di dunia internasional.”

Menurut Politico, Panayiotou menyatakan pada bulan Januari bahwa ia akan mencalonkan diri dalam pemilihan umum.

Tampil di TV Siprus, Alpha Cyprus, Youtuber prank ini hanya mengenakan sepatu kets, celana pendek, jas dan tiga dasi leher.

Ia mengakui bahwa ia tidak pernah memilih, hanya tahu sedikit tentang politik dan Uni Eropa.

Ketika Panayiotou mengajukan pencalonannya pada bulan April, ia mengakui bahwa tujuannya bukan untuk terpilih.

Namun awalnya ia bertujuan untuk memotivasi kaum muda untuk terlibat dalam politik.

Negara pulau Mediterania ini memiliki populasi sekitar 900.000 jiwa.

Dan, lebih dari 683.000 di antaranya terdaftar untuk memberikan suara dalam jajak pendapat akhir pekan lalu.

Jumlah pemilih di Siprus tercatat hanya di bawah 59%.

Jumlah ini naik dari 45% pada pemilu 2019, dengan analis mengaitkan kenaikan tersebut sebagian karena “faktor Fidias”.

Menurut analisis data exit poll oleh situs berita Philenews, Panayiotou memenangkan 40% suara dari kelompok usia 18-24 tahun.

Sementara sisanya 28% suara dari kelompok usia 25-34 tahun.

Panayiotou berada di urutan ketiga di belakang partai konservatif DISY (25%) yang mempertahankan dua anggota parlemennya.

Dan juga partai komunis AKEL (22%) yang kehilangan satu dari dua anggota parlemennya.

Para pemilih Siprus juga memilih seorang anggota parlemen dari partai ultranasionalis ELAM (11%) dan partai sentris Diko (10%).